Archive for July, 2009


Try try try by Jason Mraz

Oh baby we can fight like dogs we can fight like cats
a dirty laundry needs a laundry man
maybe the king and the queen should lay off the caffeine
baby breathe before you react

sometimes we do forget to behave
and we regret what we say
cause words are too weapons
if we don’t choose’em carefully
ladies and gentlemen this is instrumental
if life’s to be a bed of roses

i know i gave you everything you like
because you still give me butterflies

if we just try try try
just to be ni-ni-nice
then the world would be a better place for you and I
if we just live our lives
putting our differences aside
oh that would be so beautiful to me

Are we just dangling in the middle of a galaxy
Well i’m stoked on gravity
To be stuck with you like flowers on the dew drops
Now let it in my direction
My direction is up when everybody’s down
cause i don’t mind being anybody’s clown
I love a little lift cause i’m an optimistic
In an altruistic way

Cause basically this place is needing instruments of harmony
Spreading my philosophy of love and inspiration
Oh these words I speak I commit to like a crime
with a rhythm i deliver i’m giving them a picture
of the reasons why

We should just try try try
Just to be ni-ni-nice
So the world could be a better place for you and I
If we just live our lives
Putting our differences aside
Oh that would be so beautiful to me

well it wouldn’t cost a penny but could save so many lonely lives
from teary eyes
if we just try try try
to open up a can of understanding open up your heart
i’m just planting seeds
cause i believe

We could just try try try
Just to be ni-ni-nice
So the world would be a better place for you and I
If we just live our lives
Putting our differences aside
Oh that would be so beautiful to me

if we could try, just to be nice
that could be so beautiful to me
I believe,
Oh that could be so beautiful to me

spandukKota Surakarta menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah ke XIII tahun 2009. Sebanyak 38 cabang olahraga dipertandingkan dalam event ini. Jadwalnya memang tanggal 28-31 Juli 2009, namun sekitar 6 cabang olahraga dimulai lebih awal karena berbagai alasan.

Di event ini saya mendapatkan pengalaman baru. Saya  menjadi AP atau Administrasi Pertandingan pada cabang olahraga karate. Selama 2 minggu saya mendapatkan pelatihan bersama dengan 11 teman yang lain, kemudian bertugas sebagai announcher.

Porprov Karate dilaksanakan pada tanggal 27-28 Juli 2009 di Atrium Solo Grand Mall. Area yang kurang luas memaksa para atlet untuk melakukan pemanasan di city walk. Acara yang diperkirakan kurang kondusif karena lokasi yang terlalu ramai, berlangsung cukup sukses. Tentunya karena kerja sama seluruh pihak sehingga event ini dapat berjalan dengan lancar.

Pada hari pertama, dipertandingkan sekitar 6 nomor pertandingan, berkurang satu dari yang telah dijadwalkan sebelumnya, karena waktu yang tidak memungkinkan. Pada nomor pertama dan kedua, yaitu kata (jurus)  perorangan dan beregu, semua atlet bermain dengan sangat baik dan memukau. Saya sampai tidak dapat membedakan yang bermain baik dan tidak karena saya termasuk awam dalam karate. Administrasi pertandingan hanya bertugas untuk mencatat penilaian yang telah diberikan oleh wasit dan juri. Jadi, tak apa-apa kalau awam tentang cabang olahraga ini. Bekal yang diberikan saat training selama 2 minggu cukup untuk menarik kesimpulan tentang penilaian juri.

Pada nomor selanjutnya, yaitu kumite (fight), para atlet menampilkan jurus-jurus karate untuk menyerang lawan dan menghasilkan poin. Kumite putra berlangsung lebih seru dibandingkan kumite putri, karena gerakannya lebih cepat dan tenaga yang dikeluarkan lebih besar dibandingkan kumite putri.

Tak jarang atlet terluka karena pukulan lawan yang terlalu keras. Ada yang mendapat luka di pelipis, di kaki, gigi copot, bahkan hidung patah. Seperti yang terjadi pada pertandingan final kelas kumite -75 kg putra antara Mofi Irawan dari Kota Solo dan Tangguh Wicaksono asal Kabupaten Grobogan. Karena pukulan Tangguh yang terlalu keras, Mofi mengalami patah di bagian hidung, sehingga pertandingan dimenangkan olehnya. Hal ini didasarkan pada penilaian juri yang memberikan sanksi pada Tangguh sehingga Mofi mendapat poin.

Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan Mahameru band yang menyuguhkan lagu-lagu populer di waktu istirahat untuk melepas penat para atlet yang telah lelah bertanding.

Untuk para pemenang, mereka harus segera mempersiapkan diri mengikuti Kejuaraan Nasional Piala Mendagri tanggal 1 Agustus 2009 yang juga ajang seleksi untuk pembentukan tim karate Indonesia yang diterjunkan pada SEA Games 2009 di Laos.

Hari Anak Nasional

Tanggal 23 Juli memang diperingati sebagai hari anak nasional. Banyak kegiatan yang diadakan berbagai pihak untuk merayakan hari anak yang hanya setahun sekali ini. Bahkan di salah satu stasiun televisi, akan disiarkan secara langsung malam penghargaan kepada para artis yang pemilihnya adalah anak-anak. Pada hari ini anak-anak seakan dibebaskan untuk bermain sesuka hati mereka, tanpa dimarahi oleh para orang tua.

Namun, apakah hak semua anak Indonesia telah terpenuhi? Sesungguhnya hal inilah yang menjadi pertanyaan terbesar bagi bangsa Indonesia. Banyak anak-anak yang putus sekolah karena ekonomi keluarga yang buruk. Tak jarang, mereka menjadi peminta-minta di sela-sela kemacetan lalu lintas. Mereka yang seharusnya bermain dan belajar di sekolah, sebaliknya harus membantu ekonomi keluarga. Tanpa pendidikan yang cukup, mereka tak dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik. Memang sebagian sekolah negeri di berbagai wilayah Indonesia telah digratiskan. Namun otonomi daerah tidak memungkinkan semua sekolah negeri di seluruh wilayah Indonesia digratiskan. Kemungkinan yang paling besar, pemda memberikan kebijakan untuk menggratiskan sekolah, namun fasilitas minim. Ketersediaan fasilitas sekolah menjadi bergantung kepada pendapatan tiap-tiap daerah. Di Jembrana, Bali misalnya, ada satu SMP negeri yang gratis, namun lengkap fasilitasnya. Selain itu, para siswa juga mendapatkan makan siang gratis di SMP tersebut. Hal ini tentunya didukung oleh pendapatan kabupaten Jembrana yang menghasilkan banyak pemasukan di sektor pariwisata.

Selain masalah pendidikan dan ekonomi, sebagian anak-anak Indonesia juga dibayangi oleh kekerasan dalam rumah tangga. Banyak kasus orang tua menyiksa anak hanya karena masalah yang sepele. Berbagai faktor melatarbelakangi hal ini. Yang paling kentara adalah faktor ekonomi. Banyak orangtua yang stres karena masalah ekonomi dan melampiaskannya kepada anak-anak yang tak bersalah. Kasus-kasus ini tak jarang berujung kepada kematian. Bahkan semakin lama motifnya cenderung menjadi lebih sederhana. Belum lama ini saya mendengar berita bahwa seorang ayah tiri tega melindaskan kaki anak tirinya di rel kereta api hanya karena kesal kepada ibunya. Akibatnya si anak menjadi kehilangan salah satu kakinya, yang pastinya berdampak besar pada masa depannya. Bahkan ada ayah yang tega menidurkan putrinya di rel kereta api sampai si anak tertabrak kereta api dan akhirnya tewas, lagi-lagi karena bertengkar dengan istrinya.

Sudah semestinya masyarakat Indonesia sadar dan berbenah bahwa masih banyak hak-hak anak yang belum terpenuhi. Sehingga kejadian yang sudah-sudah tidak terulang lagi di masa depan.

Black Campaign

Semakin mendekati hari pelaksanaan pesta demokrasi pilpres 2009, rasanya semakin panas saja suasana politik Indonesia. Salah satunya adalah adanya isu kampanye hitam yang dilakukan salah seorang capres.

Awalnya, saya mendengar isu black campaign ini dari salah satu berita di televisi. Ada seseorang yang membagi-bagikan selebaran pada kampanye capres J yang menyebutkan bahwa istri dari cawapres B adalah seorang non muslim. Pada akhirnya, orang yang membagikan selebaran tersebut menjadi tersangka tunggal dalam kasus ini. Sedangkan narasumber di artikel tersebut, saat dikonfirmasi, tetap bersikukuh dengan pendapatnya walaupun istri cawapres B sudah memberikan pernyataan bahwa dirinya adalah seorang muslimah.

Yang sedang hangat saat ini adalah pendapat seorang tim sukses yang menyinggung perasaan sebuah suku. Dia menyatakan bahwa belum saatnya orang Bgs menjadi seorang presiden. Kata-katanya ini mengundang reaksi keras dari tokoh masyarakat yang berpendapat bahwa pernyataan tersebut justru memecah belah ke-bhineka tunggal ika-an yang dijunjung tinggi oleh seluruh masyarakat Indonesia. Tokoh masyarakat ini menuntut permintaan maaf, namun, seperti yang saya saksikan di berita malam ini, dia tetap memegang teguh pendapatnya. Yang agak aneh, saat muncul berita ini, kasus black campaign yang pertama menjadi redup dan jarang muncul lagi beritanya.

Apakah kasus black campaign yang pertama telah selesai diperkarakan? Bukankah orang yang membagi-bagikan selebaran kampanye hitam hanya menjadi orang yang disuruh? Mengapa perkataan seorang tim sukses sangat di blow up oleh media sehingga memberikan pengaruh yang besar terhadap imej capres tertentu? Rakyat semakin dibingungkan dengan adanya isu-isu kampanye hitam. Memikirkan janji-janji para capres dan cawapres saja sudah pusing, apalagi ditambah kasus kampanye hitam seperti ini?

Nampaknya hanya satu pasangan capres saja yang tidak terkena isu black campaign ini. Apakah pasangan ini justru yang terbaik? Penilaian akhir dikembalikan pada rakyat. Rakyatlah yang mampu menentukan siapa pemimpin terbaik bagi negara ini. Siapapun yang menjadi presiden, semoga saja amanah dalam menjalankan tugas, selalu berpihak kepada rakyat, serta dapat menjaga kedaulatan dan aset-aset negara ini.

Jadi, ekonomi kerakyatan, lanjutkan, atau lebih cepat lebih baik? Andalah yang menentukan tanggal 8 Juli nanti. Jangan sampai golput, nasib negara ini ada di tangan kita!

SNMPTN 2009

Hari ini adalah hari pertama SNMPTN 2009. Saya mengikuti tes seleksi di salah satu SMA Negeri di Solo. Sebelumnya saya sempat sedikit panik karena kemarin saya tidak mengecek di mana ruang ujian saya. Sampai Ibu saya memarahi saya karena kelalaian ini. Namun akhirnya ada seorang teman yang memberi tahu letak ruang ujian saya.

Saya sampai di lokasi ujian sekitar pukul 07.15 WIB. Untunglah saya bertemu dengan teman-teman SMA sehingga saya tidak bingung saat mencari ruang ujian. Ada dua orang teman yang ruang ujiannya sama dengan saya. Namun, saya duduk tepat di depan pengawas, di dekat pintu. Dan saya diharuskan bersaksi bahwa soal-soal dalam keadaan tersegel sebelum dibagikan pada peserta tes. Nama saya dicantumkan dalam berita acara, mungkin pengawasnya akan menyesal memilih saya sebagai saksi karena nama saya tergolong rumit untuk ditulis seseorang.

Pada jam pertama dilakukan tes potensi akademik (TPA). Soal-soalnya tergolong mudah, namun waktu yang diberikan juga sangat terbatas. Sebanyak 55 soal harus diselesaikan dalam waktu 60 menit. Syukurlah, saya dapat menyelesaikannya. Dengan maksimal tentunya.

Setelah itu, diberikan waktu istirahat selama 45 menit.

Saat bel berbunyi, peserta segera memasuki ruang tes. Setelah selesai mengisi biodata, bel tanda mulai mengerjakan berbunyi. Ada 45 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 60 menit. 10 soal Matematika dasar, 10 soal bahasa Indonesia, dan 10 soal bahasa Inggris. Bahasa Indonesianya lumayan juga, tapi bahasa Inggris dan Matematikanya sulit untuk dikerjakan. Bukan hanya karena sudah satu bulan saya tak mengenyam bangku sekolah lagi, ketidakberdayaan saya untuk melawan rasa malas untuk belajar selama sebulan juga membuat saya tak dapat mengerjakan sebagian besar soal yang ada.

Besok saya masih harus berjuang lagi. SEMANGAT!!!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.