Archive for August, 2009


Hari ini pukul 09.00 WIB, POLRI mengadakan konferensi pers di RS POLRI, Jakarta Timur. Konpers dilakukan untuk memberikan keterangan mengenai identitas teroris yang tewas di Temanggung. Berdasarkan tes DNA, disimpulkan bahwa teroris tersebut adalah Ibrohim, florist hotel Ritz Carlton yang diduga menyelundupkan bom yang meledak tanggal 17 Juli lalu. Ibrohim juga disebut akan berperan sebagai “calon pengantin” pada pengeboman yang direncanakan dilakukan di kediaman Presiden di Cikeas, Bogor.

Pikiran saya kembali melayang pada pengepungan rumah Muhzahri beberapa hari yang lalu. Saat itu dengan lantang seseorang di dalam rumah berkata, “Saya Noordin M. Top”, setelah polisi memberikan peringatan agar teroris tersebut menyerah. Menurut pengamat teroris, jika yang terkepung benar-benar Noordin M. Top, pasti dirinya akan berteriak, “Allahu Akbar”, dan tidak akan mengakui dirinya sebagai Noordin.

Sungguh malang nasib Ibrohim. Setelah dicuci otaknya, nyawanya harus ia korbankan agar sang pimpinan, Noordin, dapat lepas lagi dari kejaran polisi. Mungkin bagi Ibrohim, pengorbanan dirinya akan sama seperti sahabat Nabi Muhammad SAW yang menggantikan beliau untuk berbaring di tempat tidur Rasulullah saat kaum kafir mengepung rumah Nabi untuk membunuhnya sebelum beliau berangkat hijrah. Hingga akhirnya, Ibrohim harus bertaruh nyawa dan mengalami sakaratul maut yang pedih.

Saat jenazah Ibrohim dibawa pulang keluarga untuk dikuburkan di pemakaman daerah Cililitan, warga setempat menolak jasadnya untuk dikebumikan di sana.

Salah satu baris puisi dari Chairil Anwar yang sangat terkenal. Kata-kata dalam baris puisi inilah yang menjadi ciri khas dari Chairil Anwar sebagai seorang tokoh yang “menggebrak” dunia sastra Indonesia yang terikat dengan banyak aturan. Walaupun kemunculan Chairil Anwar diikuti oleh para seniman yang menulis puisi dengan gaya senada, hal ini tidak membuat Chairil berhenti berkarya. Hingga ajal menjemputnya di usia yang masih muda.

Padahal dengan lantang Chairil berkata bahwa dirinya ingin hidup seribu tahun lagi. Namun kenyataan berkata lain. Toh, Izrail tetap mencabut nyawa penyair besar ini. Di masa-masa yang dapat dikatakan sebagai masa keemasan dan kejayaannya. Namun bila kita cermati petikan puisi “Aku” tersebut, maka sesungguhnya yang dikatakan Chairil pada saat itu memang benar-benar terjadi.

Selamanya Chairil akan dikenang di jiwa pembaca puisinya. Saat ini, setelah 60 tahun kematiannya, orang-orang masih membaca karyanya. Para guru Bahasa Indonesia masih menghayati membacakan puisi “Karawang-Bekasi” yang sarat nilai nasionalisme di depan para murid. Dan mahasiswa Sastra Indonesia masih akan membaca terjemahannya “Pulanglah Dia si Anak Hilang”. Dan tak diragukan lagi, Chairil Anwar akan terus hidup di hati para penikmat seni.

Jadi, walaupun dirinya telah berpulang, namun sesungguhnya sampai seribu tahun lagi orang-orang akan terus membaca puisinya, akan terus mengenangnya, dan akan terus memegang teguh semangatnya. Seperti kata pepatah,

“Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, dan manusia mati meninggalkan nama”

Chairil Anwar akan terus hidup di hati penggemarnya.

Penggerebekan Teroris

Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan penggerebekan rumah teroris di Temanggung dan Bekasi. Setelah bertahun-tahun yang lalu Dr. Azahari terbunuh dalam penyerangan polisi di rumah gembong teroris di kawasan Jawa Timur, kini nama Noordin M. Top disebut-sebut telah tewas dalam penyerbuan polisi di Temanggung hari ini.

Tak kurang selama 18 jam polisi mengepung rumah Muhzahri, yang dijadikan tempat persembunyian orang yang disangka Noordin M. Top. Serentetan tembakan ditujukan ke rumah tersebut, disertai 4 kali ledakan pagi ini. Pengepungan memang telah dilakukan sejak sore kemarin, baku tembak pun terjadi hingga tengah malam.

Namun, pengamat teroris, Al Chaidir, menyatakan pendapatnya setelah penggerebekan usai. Menurut beliau, bisa saja orang yang tewas dalam pengerebekan rumah teroris di Temanggung bukanlah Noordin M. Top. Hal ini disimpulkan dari kebiasaan Noordin yang tak pernah berpencar dengan anak buahnya atau selalu berkelompok. Sampai saat ini Polri memang belum memberikan pernyataan resmi tentang kematian Noordin. Jasad yang ditemukan dalam penggerebekan Temanggung masih akan dites DNA untuk dicocokkan dengan DNA anak Noordin.

Semoga saja yang tewas dalam penggerebekan Temanggung benar-benar Noordin M. Top. Karena jika teroris nomor 1 di Indonesia ini masih hidup, niscaya Indonesia tidak akan lepas dari bayang-bayang teror yang selalu menghantui.

Pengumuman SNMPTN 2009

Tanggal 1 Agustus 2009 adalah hari yang dinanti-nanti para peserta SNMPTN 2009. Pada hari inilah pengumuman SNMPTN dapat diketahui dan diakses secara online oleh para peserta. Namun, malam sebelumnya yaitu tanggal 31 Juli 2009 pukul 20.00 WIB, pengumuman SNMPTN 2009 Universitas Sebelas Maret telah dikeluarkan.

Sebagai seorang peserta yang mendaftar SNMPTN, saya pun tak ketinggalan untuk ikut melihat hasil pengumuman. Dan saya sangat bersyukur karena diterima di prodi psikologi. Namun saya membutuhkan waktu untuk berpikir beberapa saat karena di lembaga lain saya telah diterima di jurusan kebidanan. Sungguh suatu dilema. Pada akhirnya, saya memutuskan untuk mengambil psikologi, setelah pembicaraan yang panjang dengan kakak sepupu dan ibu saya.

Karena UNS biayanya lebih murah, ditambah adanya koneksi jika kelak saya menjadi sarjana psikologi, akhirnya saya memutuskan untuk kuliah di jurusan ini.

Semoga saja ini jalan terbaik yang Kau tunjukkan..

NOSTALGILA..

Kemarin saya bertemu dengan kawan-kawan SMP. Hanya beberapa orang sebenarnya, namun saat SMP dulu mereka adalah teman yang dekat dengan saya. Sebelumnya kami memang janjian untuk bertemu di salah satu Mall, namun beberapa datang terlambat sehingga acara ngumpul-ngumpul kami tertunda agak lama.

Rasanya seperti kembali ke jaman SMP dulu. Kami banyak bertukar cerita dan bercanda tentang keseharian kami. Obrolan tentang pacar, sekolah, cita-cita, dan kuliah membuat kami akrab kembali. Walaupun sudah lama tak berjumpa, namun rasanya baru kemarin kami lulus SMP, walau sebenarnya 3 tahun kami berpisah.

Kami memutuskan untuk menyaksikan film Harry Potter. Setelah itu kami sholat, lalu makan di foodcourt mall tersebut. Dari cerita yang saya dengar dari teman-teman, sebagian dari mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah di Solo, namun di luar kota. Sungguh amat disayangkan, padahal baru sekali ini kami bertemu, tapi sudah harus berpisah lagi.

Kini masa SMP dan SMA telah selesai saya jalani. Betapa cepat waktu berlalu, hingga kita menyadari bahwa masa itu telah pergi dan tak kembali. Sungguh, saya menikmati masa sekolah yang meninggalkan banyak cerita dan kenangan manis yang tak akan terhapus dari ingatan. Mungkin sepuluh tahun mendatang, saat saya bertemu dengan teman-teman sekolah saya, akan terlintas lagi dalam pikiran,

“Betapa cepat waktu berlalu”.

FLU

Di musim peralihan seperti saat ini rasanya segala macam virus dapat menyebar dengan mudahnya. Ditambah dengan angin kering yang sepoi-sepoi, rasanya semakin mudah saja bibit penyakit masuk ke tubuh ini. Hingga akhirnya dalam waktu singkat flu menyergap. Memang, di saat sakit seperti ini, barulah kita menyadari nikmatnya memperoleh kesehatan jasmani…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.