Hari ini pukul 09.00 WIB, POLRI mengadakan konferensi pers di RS POLRI, Jakarta Timur. Konpers dilakukan untuk memberikan keterangan mengenai identitas teroris yang tewas di Temanggung. Berdasarkan tes DNA, disimpulkan bahwa teroris tersebut adalah Ibrohim, florist hotel Ritz Carlton yang diduga menyelundupkan bom yang meledak tanggal 17 Juli lalu. Ibrohim juga disebut akan berperan sebagai “calon pengantin” pada pengeboman yang direncanakan dilakukan di kediaman Presiden di Cikeas, Bogor.
Pikiran saya kembali melayang pada pengepungan rumah Muhzahri beberapa hari yang lalu. Saat itu dengan lantang seseorang di dalam rumah berkata, “Saya Noordin M. Top”, setelah polisi memberikan peringatan agar teroris tersebut menyerah. Menurut pengamat teroris, jika yang terkepung benar-benar Noordin M. Top, pasti dirinya akan berteriak, “Allahu Akbar”, dan tidak akan mengakui dirinya sebagai Noordin.
Sungguh malang nasib Ibrohim. Setelah dicuci otaknya, nyawanya harus ia korbankan agar sang pimpinan, Noordin, dapat lepas lagi dari kejaran polisi. Mungkin bagi Ibrohim, pengorbanan dirinya akan sama seperti sahabat Nabi Muhammad SAW yang menggantikan beliau untuk berbaring di tempat tidur Rasulullah saat kaum kafir mengepung rumah Nabi untuk membunuhnya sebelum beliau berangkat hijrah. Hingga akhirnya, Ibrohim harus bertaruh nyawa dan mengalami sakaratul maut yang pedih.
Saat jenazah Ibrohim dibawa pulang keluarga untuk dikuburkan di pemakaman daerah Cililitan, warga setempat menolak jasadnya untuk dikebumikan di sana.
