Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan penggerebekan rumah teroris di Temanggung dan Bekasi. Setelah bertahun-tahun yang lalu Dr. Azahari terbunuh dalam penyerangan polisi di rumah gembong teroris di kawasan Jawa Timur, kini nama Noordin M. Top disebut-sebut telah tewas dalam penyerbuan polisi di Temanggung hari ini.
Tak kurang selama 18 jam polisi mengepung rumah Muhzahri, yang dijadikan tempat persembunyian orang yang disangka Noordin M. Top. Serentetan tembakan ditujukan ke rumah tersebut, disertai 4 kali ledakan pagi ini. Pengepungan memang telah dilakukan sejak sore kemarin, baku tembak pun terjadi hingga tengah malam.
Namun, pengamat teroris, Al Chaidir, menyatakan pendapatnya setelah penggerebekan usai. Menurut beliau, bisa saja orang yang tewas dalam pengerebekan rumah teroris di Temanggung bukanlah Noordin M. Top. Hal ini disimpulkan dari kebiasaan Noordin yang tak pernah berpencar dengan anak buahnya atau selalu berkelompok. Sampai saat ini Polri memang belum memberikan pernyataan resmi tentang kematian Noordin. Jasad yang ditemukan dalam penggerebekan Temanggung masih akan dites DNA untuk dicocokkan dengan DNA anak Noordin.
Semoga saja yang tewas dalam penggerebekan Temanggung benar-benar Noordin M. Top. Karena jika teroris nomor 1 di Indonesia ini masih hidup, niscaya Indonesia tidak akan lepas dari bayang-bayang teror yang selalu menghantui.
