accuracy deathSaya menyaksikan sebuah film Jepang tadi malam. Film yang berjudul Accuracy of Death yang dibintangi Takeshi Kaneshiro menceritakan tentang tugas seorang malaikat maut yang menjemput orang-orang yang “akan mati”. Memang sosok Takeshi Kaneshiro sangat cocok untuk memerankan tokoh malaikat. Bertahun-tahun lalu, saya juga pernah menyaksikan film yang juga dibintangi oleh dirinya yang berperan sebagai malaikat yang patah sayapnya.

Cerita bermula saat malaikat maut yang bernama Chiba(ini cuma menebak saja, tapi sepertinya”chiba “dalam bahasa Jepang berarti”kematian”)menjemput seorang anak kecil berusia 10 tahun bernama Mitcan. Saat duduk bersama anak perempuan itu, dia bertanya pada malaikat maut mengapa dirinya harus mati, padahal dia baru berusia sepuluh tahun. Namun, Chiba hanya diam. Si anak kecil kemudian berkata untuk memberikan Mitcan bunga, dan menyerahkan sekuntum mawar kuning, namun saat Chiba menyentuh tangkai mawar tersebut, mawar tersebut gugur dan mati. Selanjutnya, Chiba bertugas untuk menilai  seorang wanita yang bekerja di pusat layanan pelanggan. Wanita tersebut terlalu biasa baik penampilan maupun sifatnya dan selalu diliputi kesialan sepanjang hidupnya. Namun wanita yang kelewat biasa saja inilah yang menjadikan jalan cerita selanjutnya lebih menarik.

Malaikat maut dalam film ini selalu diikuti oleh seekor anjing hitam besar yang juga kita kenal dalam film Harry Potter sebagai “grim”. Anjing inilah yang menjelaskan tugas-tugas malaikat maut untuk menilai seseorang sudahkah pantas untuk mati atau belum. Jadi judulnya Accuracy of Death, atau dalam bahasa Indonesia”kematian yang tepat” .  Dikisahkan dalam film ini kalau seseorang akan mati setelah tercapai tujuan dalam hidupnya. Walaupun setting dalam film ini hampir keseluruhan hujan, yang justru menambah kesuraman akan datangnya kematian, jalan ceritanya sungguh apik ditambah sedikit bumbu komedi yang memberi nilai plus untuk film ini.

Hampir tidak ada bagian yang mengecewakan dari film ini kecuali cara anjing hitamnya berbicara. Dan penonton mungkin akan terjebak dengan adegan-adegan awal film ini dan mengira film ini keluaran akhir tahun 80an.

Namun jangan salah, film produksi tahun 2008 ini sungguh sayang untuk dilewatkan. Dihiasi wajah ganteng Takeshi Kaneshiro, pasti anda tidak akan menyesal untuk menyaksikan film ini.