Begitu banyak orang yang mengagungkan kata cinta. Begitu banyak orang yang memuja kekasih yang dicintainya, dan begitu banyak orang yang ternista karena cinta. Banyak orang yang bahagia karena cinta, namun di saat yang sama, banyak orang yang menderita karena cinta.

Mungkin saya termasuk golongan terakhir dalam tulisan saya di atas. Setelah 4 tahun menjalin hubungan dengan seseorang(menurut saya 4 tahun adalah waktu yang sangat lama), saya memutuskan hubungan dengan orang tersebut, dan menjalin hubungan yang baru dengan orang yang baru pula. Pada akhirnya saya pun memutuskan hubungan dengan orang yang baru ini karena ada suatu masalah yang membuat dirinya di”black list” oleh orang tua saya, sehingga saya dilarang untuk berhubungan lagi dengannya.

Namun, dasar cinta, kenangan dengan mantan kekasih saya selama 4 tahun rupanya dapat membangkitkan “rasa cinta” yang dulu pernah terkubur dalam jauh di lubuk hati. Dan betapa hancur hati saya ketika mengetahui bahwa dia telah menjalin hubungan dengan orang lain pula. Baru hari ini saya mengetahui hal ini, dan saya pun menangis sampai saya merasa mata saya sebesar bola golf untuk akhirnya berhenti dan menuliskan kisah ini. Sungguh saya menyesali betapa bodoh kelakuan saya yang dulu meninggalkan orang yang begitu mencintai saya, begitu memuja cintanya kepada saya, dan begitu memperlakukan saya dengan lembut selembut cintanya kepada saya.

Inikah yang dinamakan karma? Mungkin semua orang pernah melakukan kesalahan dan kemudian menyesalinya. Namun, begitu besar penyesalan saya saat ini akibat kesalahan yang saya lakukan pada kehidupan cinta saya. Saya telah melukai perasaan banyak orang yang mencintai dan menyayangi saya dan saya pun hanya bisa menangis dan meratapi rasa cinta saya ini.

Memang cinta yang hakiki hanyalah cinta kita kepada sang Khalik. Sesungguhnya Dia akan mencintai kita kalau kita dengan setulus hati mempersembahkan rasa cinta kita hanya kepada-Nya..