Lusa akan diumumkan kelulusan SMA se-Indonesia(kecuali untuk sekolah yang UANnya diulang). Sebagai salah satu peserta UAN, wajar bagi saya merasa deg-degan karena ada desas-desus bahwa peserta UAN yang tidak lulus dari sekolah saya sebanyak 3 orang. Sulit membayangkan siapa yang tidak lulus, padahal semua siswa telah berusaha dengan baik.

Memang citra pendidikan di Indonesia belum dapat dikatakan baik. Buktinya, UAN sampai diulang, terjadi kebocoran soal, soal yang cacat, dan masih banyak lagi. Belum lagi passing grade yang sangat berat untuk dicapai mayoritas siswa. Di beberapa tempat di Indonesia, banyak dijumpai kasus dimana anak yang kesehariannya berprestasi justru malah tidak lulus UAN. Seakan-akan UAN tidak dikoreksi secara cermat dan hanya sekedar”gambling”, siapa yang beruntung maka dialah yang akan lulus.

Bahkan menurut salah seorang teman saya, saat soal UAN matematika IPA tahun ini diberikan pada mahasiswa FKIP matematika, mereka tidak dapat mengerjakan seluruh soal. Ini membuktikan bahwa soal matematika tersebut sangat sulit, bahkan mahasiswa FKIP matematika saja tidak dapat mengerjakannya.

Menurut sumber yang lain lagi, dosen FKIP matematika pun mengakui bahwa soal UAN matematika tahun ini sulit. Memang kedua pernyataan tersebut belum dapat teruji kebenarannya. Namun yang pasti, saya mendengar dari guru matematika saya, yang juga wali kelas, dan ketua tim sukses UN bahwa soal matematika tahun ini merupakan soal pengembangan yang melenceng jauh dari SKL yang telah diberikan sebelumnya.

Tapi menurut saya yang susah hanya matematika saja. Saya dapat mengerjakan soal-soal mata pelajaran yang lain. Walaupun tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi lumayan dibandingkan matematika yang amat sangat super duper susah sekali soalnya.

Jadi, apakah menurut anda UAN tahun 2009 adalah salah satu “produk gagal” depdiknas? Jika ya, apakah hal ini akan terus berlangsung, akan ada peningkatan atau justru penurunan kualitas Ujian Nasional?